Jangan Remehkan Pekerjaan Ibu Rumah Tangga

 Bismillahirrahmaanirrahiim

*AprilChalengelagerunal huruf -J

Jangan Remehkan Pekerjaan Ibu Rumah Tangga

Hari ini bu Dini lagi sakit..anak-anaknya masih kecil-kecil. Setiap hari anak-anak dan rumah diurus sendiri dengan bu Dini. Tanpa bantuan dari Asisten Rumah Tangga, Bu Dini mengerjakan semua pekerjaan rumah dan menyiapkan keperluan 2 anak dan suaminya.

Sejak 2 hari yang lalu bu Dini sakit kepala, pusing ,mual dan tidak selera makan. Kepala terasa berat, badan terasa lemas. Rasanya mau berbaring dan pejamkan mata, meskipun tidak bisa tidur.

Akhirnya semua pekerjaan rumah terbengkalai, beres-beres, urusan anak-anak, masak dan lain-lain.tidak bisa dilakukan seperti biasa.

Suaminya yang biasanya sehari-hari bekerja di kantor, harus bangun lebih dahulu untuk menyiapkan keperluan sekolah anak-anak mereka dan  dirinya sendiri sebelum berangkat kerja.

Rumah jadi berantakan, pekerjaan rumah tangga diambil alih suaminya. Tetapi yang namanya bapak-bapak tentu tidak secermat kerja bu Dini. Alhamdulillah suaminya suami siaga bisa mengambil alih pekerjaan bu Dini.

Dengan lembut suaminya berkata ,bunda Jangan lama ya sakitnya ya. Dengan tersenyum bu Dini berkata"Iya Yah"..bunda juga tidak mau sakit lama, pingin segera 
sembuh. sudah seminggu bu Dini sakit ,dibawa ke klinik ternyata kena
pertigo.dikira hamil lagi..🤭.

Alhamdulillah setelah seminggu ,bu Dini berangsur sembuh, setelah di akupuntur diklinik Asy Syifa kemarin. Sekarang sudah selera makan dan tidak sakit kepala kembali.Sepertinya pekerjaan ibu rumah tangga seperti tidak ada pekerjaan, suaminya merasa sangat kerepotan ketika semingguan bu Dini sakit. Rumah luar biasa berantakan.

Memang suaminya menggantikan masak dan pekerjaan lainnya, tetapi tidak setelaten pekerjaan ibu-ibu, dengan begitu kita dalam pekerjaan rumah tangga , harus saling menghargai dan saling memahami. Alhamdulillah suami bu Dini mau membantu pekerjaan rumahnya, tetapi orang beranggapan bahwa pekerjaan ibu-ibu dirumah seperti orang yang tidak bekerja, padahal seharian menjaga anak , beres-beres rumah, masak dan lain-lain.

Dimana bu Dini dan suami sepakat tidak memiliki Asisten Rumah Tangga, dirumah mereka. Mereka sepakat untuk mengerjakan bersama-sama pekerjaan rumah tangga dirumah mereka.

* Belajar menulis hari ke 9
*Mg bermanfaat


Komentar

  1. Betul bu...kadang kita nggak punya waktu untuk istirahat. Alhamdulillah suami saling mendukung ya. Pekerjaan rumah nggak ada habisnya. Tetap semangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya bunda, Alhamdulillah suami selalu mendukung..terima kasih bunda sudah berkunjung..🙏

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masakan Ibu

Al Qur'an Petunjuk Orang yang Bertaqwa

Hidup,Hirup, Hibuk