Belajar Menulis
Kisahku Belajar Membaca dan Menulis
Dulu ketika di Sekolah Dasar aku pernah tidak naik kelas.Bapakku seorang guru juga di tempatku sekolah.
Karena pada saat itu aku duduk dikelas 3 SD N di desaku.Karena belum lancar mrmbaca, akhirnya bapak yg meminta kepada wali kelas ku agar aku belum naik kelas.
Aku menangis tapi pasrah saja dengan keputusan bapak. Setelah itu tidak naik kelas ke kelas 4 SD, membuatku bertekad untuk bisa membaca..
Kebetulan petugas perpustakaan saat itu adalah adiknya bapakku. Dengan begitu semakin sering aku membaca..dan semua buku-buku cerita versi anak SD ku lahap semua.sehari bisa 2 atau 3 buku ku baca.
Akhirnya karena sering membaca, aku jadi lancar membaca. Aku sudah menjadi kutu buku. Membaca buku bagiku ibarat memakan makanan yang Lezat..
Buku majalah Islami di zamanku ku lahap semua. Bagian-bagian yang penting dan bagus sering ku tulis dalam sebuah buku.tapi itu dulu sekali sampai kuliah..masih sering menulis.Tapi tulisanku masih menjadi koleksi pribadi sj..
Setelah banyak kesibukan dan rutinitas mengajar dan juga kesibukan mengurus anak-anak ku.. kebiasaan menulis agk berkurang.
Sekarang aku ingin belajar menulis kembali.. sebagaimana niatku untuk menulis semoga bisa berdakwah menyebarkan nilai-nilai kebaikan lewat tulisan.. Aamiin
Mantap cik nuf. Semangat menulis yaa lanjutkan
BalasHapusAlhamdulillah.. Syukron yunda bantuanya
HapusTidak semua kegagalan bad ending terkadang ia tumbuh jauh lebih pesat dari sebelumnya. Nice story
BalasHapusMantap bu. Aamiin. Semangat kita belajar bersama.
BalasHapusYa senang bertemu dikomunitas blogger guru ini
HapusSemangat Bu...semoga saya bs tertular virus menulisnya
BalasHapusπππ
Sama-sama bunda
HapusKisah yang seru...
BalasHapusKeberhasilan memang perlu Perjuangan...
Terimakasih sudah berbagi kisah
Sama-sama
HapusKeren bu. Pengalamannya mahal punya
BalasHapusKeren ,,,sebuah pengalaman yg sangat berharga
BalasHapusAlhamdulillah.. terima kasih sudah mampir bu
HapusKadang kegagalan pemacu semangat utk menjadi lebih maju... Pengalaman yg berharga.
BalasHapusTerima kasih bu
Hapus